Perbaikan Pelayanan Kesehatan Masyarakat,Anggota DPRD Kepahiang gelar Reses Di Puskesmas

DPRDKEPAHIANG.COM – Dalam rangka perbaikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,anggota DPRD Kepahiang daerah Pemilihan III yang terdiri dari H.Zainal,M.Si,Meri Hartati,Wansah,H.Yudi Yanto ,Juarsah dan Inaliah,S.Tp ini menggelar reses di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Keban Agung Bermani Ilir Pada Jum’at (20/10/2017),Reses anggota DPRD ini sengaja dilaksanakan di Puskesmas dalam rangka perbaikan pelayanan Kesehatan dan dilaksanakan pada sore hari agar tidak menggangu  pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan harapan bukan hanya menampung aspirasi masyarakat untuk memenuhi
kebutuhannya saja,Dalam kegiatan ini juga lembaga DPRD Kepahiang menampung aspirasi dari para medis bidang kesehatan.sengaja kami laksanakan di Puskesmas Keban Agung karena Puskesmas ini juga ditetapkan sebagai Puskesmas Perawatan sebagai sentral dan rujukan dari puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Batu bandung,Puskesmas Muara Langkap dan Puskesmas Embong Ijuk”.Sembari Membuka Reses.

Dapat saya sampaikan disini bahwa DPRD memiliki Fungsi Legislasi,yaitu mengajukan Rancangan Peraturan Daerah dan Membahas Rancangan Peraturan daerah,sebagai Payung Hukum dalam melakukan pekerjaan atau memberikan pelayanan Kepada warga masyarakat,Disini juga kami meminta masukan dari para petugas medis apakah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki kelemahan akibat tidak dipayungi aturan baik perda ataupun perbup ataupun aturannya itu kaku menurut Bapak dan Ibu tolong itu disampaikan kepada kami,kami juga ingin tahu kondisi real di lapangan,untuk diketahui anggaran dari pemerintah baik itu pemerintah pusat ,pemerintah provinsi ataupun Kabupaten dalam bidang Kesehatan ini semestinya cukup untuk mengakomodir jumlah penduduk miskin yang layak terhadap pemenuhan kebutuhan bidang kesehatan ini seperti memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetapi sering kali kita temui warga masyarakat kita yang belum mendapatkan pelayanan Kesehatan semestinya,”H.Zainal.


Disampaikan Kepala Puskesmas Keban Agung Bangun Hasibuan,S.KM,kami di Puskesmas Keban Agung yang ditetapkan sebagai Puskesmas Perawatan banyak sekali kendala yang di hadapi ,dapat saya sampaikan dalam Reses wakil Rakyat ini bahwa kami bukan hanya kekurangan infrastruktur namun juga kekurangan sumber daya manusia (SDM).
“Statusnya Puskesmas perawatan tapi terkendala dengan masalah air, SDM analisis gizi dan Dokter. Kemudian pelayanan medis untuk mengelola dan memberikan pelayanan Kesehatan dalam wilayah tugas Kami puskesmas Keban Agung yang merupakan puskesmas sentral ini. Harapan kami ada peningkatan baik itu infrastruktur ataupun anggaran untuk memaksimalkan pelayanan,”sampai Bangun Hasibuan,
“Harapan kami mengenai tenaga kesehatan agar benar-benar dapat diperhatikan,kami memiliki TKS disini yang terus terang kami tidak dapat untuk menggajinya,belum lagi sebelumnya ada pemindahan petugas kesehatan kami dan pengurangan tenaga kontrak “ujar Bangun.


Dalam sesi tanya jawab selanjutnya,Disampaikan TKS asal Puskesmas Batu Bandung Heni Novitasari ia berharap adanya pengangkatan honor ataupun tenaga kontrak daerah pada tahun mendatang.
“Harapan kami TKS pada tahun mendatang bisa diangkat menjadi tenaga kontrak daerah, dan bisa mengabdi di puskesmas setempat,”ujar Heni.
Menanggapinya, Anggota DPRD Kepahiang H. Zainal S.Sos M.Si anggaran terhadap pelayanan kesehatan sudah dianggarkan setiap tahunnya paling tidak 10% dari total APBD Kabupaten Kepahiang ditambah lagi dengan bantuan dari pemerintah pusat,provinsi dan kabupaten. Pihaknya berharap, agar kedepan Puskesmas menjadi OPD yang berdiri sendiri dengan anggaran tersendiri.
“Bisa saja Puskesmas berdiri sendiri seperti OPD sehingga ada anggaran tersendiri,kalau sekarang ini masih semi OPD masih dibawah koordinasi dan pembagian anggaran dari Dinas kesehatan,sehingga acap kali Puskesmas ini tidak berdaya dalam memenuhi kebutuhan anggaran,kedepan harapan kami puskesmas dan para medis ini berangsur melengkapi pemetaan dan kajian untuk menjadi OPD atau bila memungkinkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga diberi kesempatan mengelola PAD sendiri,Kemudian program rawat inap ini ada kajian kebutuhannya sehingga tidak disalahkan,kadang kala yang terjadi di masyarakat ini mereka tidak mau tahu yang mereka tahu mendapat kan perawatan maksimal dan tempat menginapnya maksimal,padahal kami melihat infrastuktur yang tersedia memang belum maksimal,SDM nya belum maksimal,termasuk masalah obat obat juga harus disampaikan,yang jelas pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat harus tetap diperbaiki dan ditingkatkan,berangsur kami akan bantu dari segi anggaran tetapi kami juga harus dapat diyakinkan dengan pengajuan ataupun usulan yang diberikan ini,jelas Zainal.

Terkait masalah SDM ini disampaikan Inalia,S.Tp,”Kedepan kami akan sampaikan kepada Bupati tentang pengangkatan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) ini untuk menjadi tenaga kontrak yang gajinya dapat dibayarkan melalui APBD karena mereka ini benar benar bekerja apalagi yang sampai memberikan pelayanan ke desa-desa,saya selaku ketua fraksi Nasdem akan memperjuangkan Hal ini mengingat kebutuhan kita dalam hal pelayanan di bidang kesehatan ini,karena kita tahu masyarakat tetap harus mendapat pelayanan maksimal dalam hal kesehatan,karena sakit ini tidak kenal kompromi dan dapat datang saja,Demikian Inalia.(Humas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *